CATATAN CINTA #23 : Apa Pacaran Bikin Nikah Lebih Langgeng?
APA PACARAN BIKIN NIKAH LEBIH LANGGENG?
Seorang pemuda berusia 30-an mengetuk pintu dengan sangat keras. Beberapa kali ketukan, pintu belum sempat terbuka sempurna, teriakan lantangpun terdengar.
"Saya tertipu! saya sudah tertipu istri saya! ternyata bapaknya itu pengangguran, ternyata keluarganya nggak kaya!" teriak pemuda itu.
"Sebentar pak, bapak ada masalah apa? kok teriak-teriak di depan pintu, silahkan masuk dulu!" kata seorang konsultan nikah
Lalu, pemuda itu pun duduk di kursi tamu, masih dengan mimik wajah kemarahan, ia ulang sekali lagi ceritanya. kali ini sambil tangannya menggebrak meja yang persis ada didepannya. Brakk!! "Pokoknya saya sudah tertipu!"
Lalu cerita pun berlanjut. pemuda yang baru saja menikah beberapa bulan yang lalu itu menceritakan semua kebohongan istrinya.
Konsultan nikah itu pun mendengar dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. lalu diingat-ingat kembali, konsultan nikah itu teringat. " Lho maaf, bukankah bapak yang dulu pernah datang kesini dan cerita bahwa bapak mau menikahi seorang wanita yang sudah jadi pacar bapak sekitar empat tahun ya, terus tempat usaha bapak juga katanya dekat dengan rumah wanita itu, bapak katanya juga sudah sering main kerumah wanita itu. Lalu kenapa bisa terjadi seperti ini?" tanya sang konsultan nikah.
Pemuda itu pun speechless... tak bisa berkata apa-apa, hanya berulang-ulang ia bilang bahwa ia sudah dibohongi.
Kisah ini, kisah yang diceritakan seorang konsultan nikah pada sebuah kesempatan acara kuliah pranikah. secara logika, orang berpikir bahwa semakin lama pacaran, maka semakin banyak yang dikenali dari pasangannya sehingga kelak ketika nikah akan lebih langgeng hubungannya. Hipotesis tersebut ternyata dalam kasus ini tidak bisa dibuktikan. Bahkan dalam banyak kasus pun juga sama. Orang yang pacaran lebih lama, menurut para ahli, akan mengalami tingkat kekecewaan lebih besar jika pasangan yang dinikahi ternyata tidak seideal seperti yang ia ketahui saat pacaran. Dibanding yang tidak pacaran, ia akan maklum atas ketidakidealan pasangan yang dinikahi, karena ia memahami bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
Ikhtiar mencari jodoh tentu menjadi wajib untuk dilakukan.
Teringat dengan lirik lagu: kau jodoh mulikku jatuh dari surga...
Karena jodoh tidak dijatuhkan dari langit. ia didapat dengan usaha. Namun, jika usaha mencari jodoh itu dengan cara yang tidak diridhai Allah SWT, bagaimana mungkin Allah SWT akan mengaruniakan jodoh yang baik untuk nya.
Bahkan pasangan yang sukses dalam pernikahannya tanpa didahului pacaran. Karena pasangan itu sudah sama-sama matang dalam mentalnya. Jika saat ini galauers masih terjebak pada aktivitas pacaran, yuk tanyakan pada lubuk hati yang paling dalam, apakah masih tetap mau seperti itu jika ternyata hal itu menyebabkan banyak masalah di kemudian hari. Dan yang paling penting apa yang terlah kita perbuat, kelak dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT.
Artikel berikutnya : Kapan waktu yang tepat untuk nikah?

Komentar
Posting Komentar