CATATAN CINTA #23 : Menikah, Enaknya Cuma 10%
MENIKAH, ENAKNYA CUMA 10%
Seorang kepala negara di sebuah negeri adidaya pernah terjerat skandal perselingkuhan yang menyebabkan tim kepresidenan harus turun tangan menyelesaikan skandal itu. Meski menurut survey dunia, negeri itu memiliki penduduk dengan tingkat perceraian yang cukup tinggi yaitu 70%, namun ternyata warga negaranya yang juga banyak "menyimpang" itu tak ingin jika mempunyai kepala negara berperilaku buruk dalam urusan perselingkuhan.
Saya pernah terlibat dalam sebuah diskusi ringan dengan seorang ulama dari madinah. Dalam kesempatan itu, sang ulama melontarkan sebuah pertanyaan, "Apakah memiliki seorang istri sebuah jaminan seorang laki-laki akan terjaga dari dosa matanya?". Kami, para peserta diskusipun hanya bisa saling menatap, walau kebanyakan peserta saat itu hampir semua sudah menikah, namun pertanyaan itu hanya mendapat jawaban senyuman dari kami semua.
Pertanyaan yang sama mungkin menari-nari di kepala para jomblowan-jomblowati, ngapain saya susah-susah nikah, kalau pada akhirnya harus dihadapkan pada permasalahan ketidaksetiaan, bahkan banyak yang berujung perceraian.
Galauers tunggu! Jangan cepat mengambil konklusi dulu. Belajar dari kepala negara dan pertanyaan ulama tadi, memang menikah itu bukan berarti jalan menutup semua pintu untuk berbuat dosa. Sabda rasul mengenai hal ini, pernikahan berarti menunaikan separuh agama, dan masih ada separuh lagi yang manusia harus mengupayakan kesempurnaanya.
Dengan menikan bukan berarti semua masalah sudah selesai, tetapi kita dijanjikan oleh Allah SWT mengenai pemenuhan rezeki, pertolongan, dan kemudahan-kemudahan lain bila sudah ber-azzam untuk menikah. Masalah yang muncul dalam pernikahan, kata seorang ustadz dari kota hujan, beliau mengibaratkan bahwa masalah itu ibarat bumbu pernikahan, ia menjadikan suami istri semakin dewasa dalam menyikapi masalah. Ia juga menjadi pupuk yang menyuburkan rasa cinta dan kasih sayang antara suami istri.
Maka, persiapkan sebaik mungkin mental sebelum mengucap perjanjian/ikrar yang kukuh (mitsaqan ghaliza) dalam akad nikah. Karena perjanjian itu sebuah amanah yang kelak Allah pertanyakan di akhirat. So galauers, kata orang menikah itu enaknya cuma 10%, karena yang 90% enaaaak bingiiiiits.
Artikel Selanjutnya : Nikah bikin duit gue habis
Artikel Selanjutnya : Nikah bikin duit gue habis

Komentar
Posting Komentar