CATATAN CINTA #23 : Nikah, Bikin Duit Gue Habis
NIKAH, BIKIN DUIT GUE HABIS
"Ngapain pake nikah segala kalau kita kemana-mana bisa di temenin cewek, lagian nikah kan butuh biaya, terus kalau dah jadi istri mesti ngasih uang bulanan, belum lagi kalau punya anak, hadeh.... capeeee dech!" ungkapan hati seorang cowok yang terlibat diskusi masalah nikah.
Kalau dipikir-pikir, ungkapan hati cowok tadi sekilas tampak benar ya karena zaman sekarang tidak sedikit cowok atau cewek yang gampang banget mau di ajak jalan bareng, baik hanya untuk kepentingan sesaat atau untuk diikat dengan waktu yang lama. Panggilannya pun beragam, mulai dari istilah kakak-adik, papah-mamah, sampai abi-ummi. Apapun istilahnya, rata-rata tujuannya sama, mengikat si dia agar tidak pindah ke lain hati.
Ups, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, nikah itu memang sebuah ibadah yang diatur secara syariat. Siapapun yang ingin menjalani proses pernikahan maka harus tahu dulu ilmunya. Seorang laki-laki yang kelak akan bertransformasi menjadi seorang ayah, tentu dituntut untuk mampu bertanggung jawab setelah menikah. Karena memang kewajiban suami memberi nafkah kepada istri. Pun sebaliknya dengan wanita yang akan bertransformasi menjadi seorang ibu, maka dituntut untuk mampu mendidik dan menjadi teladan bagi putra-putrinya kelak.
Jika laki-laki memandang bahwa dengan menikah akan merepotkan dirinya karena tanggung jawab memberi nafkah, maka itu menandakan level kesiapan nikah nya yang masih rendah. Karena pada dasarnya fitrah laki-laki diberi kelebihan oleh Allah SWT untuk menjadi qowam (penanggung jawab) untuk wanita. Maka, tak perlu cemas bila harus menafkahi, karena sudah ada penjamin rezeki.
Terlalu sempit kiranya pemikiran kita bahwa nikah itu bikin duit gue cepet abis. Kalaupun tetap mau membujang seumur hidup, maka tetep aje duit sebanyak apapun bakalan habis, minimal kalau mati nggak bakal dibawa ke liang lahat, walaupun depositonya banyak, betul kagak?
Makenye, urusan nafkah harus dilihat pakai kacamata agama misalnya sama-sama punya gaji 1 juta, jika yang sudah menikah, maka gajinya dibagi-bagi untuk kebutuhan keluarga. Lalu, yang belum menikah, tentu dipakai untuk kepentingan sendiri, terus sisanya ditabung (kalau ada sisa tapi). Nah, dimana bedanya? bedanya ada di pahalanya.
Memberi nafkah keluarga itu pahalanya berlipat-lipat, bahkan Allah SWT menghapus dosa-dosa suami yang malam harinya kelelahan mencari rezeki yang halal. Subhanallah!
Artikel Selanjutnya : Apa? pacaran islami?
Artikel Selanjutnya : Apa? pacaran islami?

Komentar
Posting Komentar