CATATAN CINTA #23 : Menikahlah Selagi Bisa
MENIKAHLAH SELAGI BISA
"Nanti ajalah nikah sahnya, masih repot ngurus kerjaan nih, lagian baru beberapa bulan dapat kerjaan, kan dipake seneng-seneng dulu, kalau nanti sudah bosen hidup sendiri, baru deh nikah!" celetuk seorang pemuda di siang bolong.
Ada juga yang berkomentar, "Silahkan saja sih kalau mau mengulur-ulur waktu untuk segera menikah, kan kalau masih statusnya "pacar" itu lebih safe kalau mau putus. Nah kalau sudah jadi suami/istrinya, kan nggak boleh tuh sembarangan main putus-putusin. Nggaklah yaw," kata pemuda yang lain.
Kata guru saya, hidup ini adalah pilihan. Setiap pilihan pasti mengandung risiko. Orang yang berpikir aman, sejatinya tidak selalu aman, karena kehidupan pasti berputar sebagaimana roda kendaraan berputar pada porosnya. belum menikah bukan berarti selalu negatif, tentu saja tidak. yang bermakna negatif adalah menunda-nunda nikah. padahal maisyah sudah ada, aisyah sudah menanti dilamar, dan alamsyah (bapaknya aisyah) sudah memberi lampu hijau... terus nunggu apa lagi?
Setan tak rela jika ada pemuda-pemudi jomblo yang akan mengakhiri kesendirian hidupnya. setan akan senantiasa menggoda dari segala arah yang membuatnya bimbang, entah tiba-tiba muncul orang yang lebih ganteng/cantik dibanding calonnya, entah tiba-tiba terbesit keraguan, yang jelas, ada saja alasan setan membuat jombloers menjadi galau.
Sok atuh, jangan kelamaan. perluas jalan keberkahan dengan menyempurnakan separuh aku... eh salah, separuh agama maksudnya. Dan segeralah berikhtiar menyempurnakan yang separuhnya lagi. jangan sombong, jangan merasa masih hidup 100 tahun lagi.
Renungkan, jika jatah hidup kita tinggal sebentar, apa masih mau menunda menikah, padahal sudah masuk berhukum wajib nikah, nah lo!

Komentar
Posting Komentar